Accéder au contenu principal

De Martino P. Pasquale

2754/500

Mons. Pasquale De Martino

Como, 7 marzo 1900
Tavernerio (Como) , 7 agosto 1968

Missionario incarcerato in Cina; Prefetto Apostolico in Indonesia, di anni 68. Sepolto a Parma

     Pasquale De Martino, Missionario generoso, singolare ed uno tra i più autentici saveriani, era nato a Como il 7.III.1900. Entrato in Seminario e chiamato alle armi fu arruolato nel 62° Regg. Fanteria di stanza a Parma: ebbe così modo di passare i suoi tempi liberi nella Casa Madre dei Saveriani, dove entrerà il 4.III.1919.

    Figura imponente, per la sua corporatura alta e possente e per i suoi occhi luminosi e rasserenanti; si trovò ben presto a suo agio tra i figli di Mons. Conforti, a tal punto da scrivere al P. Popoli in Cina:

    "... Quanto è bello e gioioso che i fratelli abitino insieme! Ed io che appartengo da pochi mesi a questa Congregazione, qui ho già tanti cuori che mi amano e mi circondano di cure premurose e fraterne, e nella lontana Cina ne ho altri che pieni di speranza attendono l'esito della mia buona riuscita. Questo pensiero mi ha tante volte commosso... Anch'io voglio essere Missionario... Al Divin Maestro mi consacro interamente, per Lui abbandono casa, parenti, affetti intimi, e per Lui soffrirò con amore tutte quelle pene e quei sacrifici di cui è piena la vita missionaria...".

   Ordinato Sacerdote da Mons. Conforti il 5.X.1924, un mese dopo, all'età di 24 anni, partì per la Cina. Appresa molto bene la lingua cinese, venne assegnato al Seminario di Cheng-chow per l'insegnamento. Per sei anni alterna l'attività educativa dei futuri Sacerdoti cinesi al ministero pastorale nelle varie succursali, ed articoli interessantissimi sulla Cina che fa pervenire in Italia per le pubblicazioni saveriane.

   Dopo alcuni anni di lavoro missionario diretto a Luo-ho, dove si era portato per motivi di salute, fu all'improvviso richiamato in Italia.

    Rientrato nel dicembre 1935 fu nominato Segretario Generale, Rettore della Casa Madre e dello Studentato. Desideroso di ritornare in Cina, venne invece nominato Rettore della Casa Saveriana di Massa della Lucania, dove eserciterà un intenso lavoro pastorale, nonostante la sofferenza a causa di una forma acuta di "psoriasi" al volto.
    Finalmente nel dicembre 1946 può ripartire per la Cina. Coinvolto nella bufera comunista, venne incarcerato per sei mesi: in seguito egli descriverà con incisività tale esperienza nel volume autobiografico: "Sei mesi nelle carceri di Mao".

    Espulso dalla Cina nel maggio 1951, dopo tre anni trascorsi a Parma, di nuovo come Rettore della Casa Madre e per qualche mese come Consultore Generale, chiese di partire nuovamente per le Missioni.

    A 53 anni parte per l'Indonesia, nominato Prefetto Apostolico della Missione Savenana di Sumatra. Si sente ringiovanito: l'Indonesia lo incanta per la sua natura splendida, le sue foreste tropicali, il suo mare rabbioso. Logorato fisicamente deve rientrare in Italia 9 anni dopo per recuperare le forze.

    Rimessosi in salute parte nuovamente per la Missione del Brasile: colpito da paralisi rientra in Italia e trascorre gli ultimi due anni di sofferenze a Tavernerio assistito amorevolmente dai giovani studenti Confratelli.

    La morte lo colse durante il riposo pomeridiano il 7 agosto 1968.

English

Msgr. Pasquale De Martino

Como, 7 marzo 1900
Tavernerio (Como) , 7 agosto 1968

Msgr. Pasquale De Martino died at Tavernerio in the afternoon of Aug. 7 1968, after a two year sickness caused by a paralysis attack. He was 68 years old, born at Como on March 7 1900.

He was a generous, authentic and singular Xaverian. He was at the diocesan Seminary of Como when he was called to military service at the 62nd Regg. Fanteria at Parma: during his free time, he used to go to the Mother House, where he finally officially entered on March 4 1919.

He quickly adjusted himself to the new rhythm of the community, as he described in his own words in a letter to Fr. Popoli, who was in China: “How good it is, how pleasant, where the people dwell as one! It’s been a few months since I joined this congregation, and I have already many hearts who loved me and surround me with loving and fraternal care; still, I have others in the distant China who, full of hope, wait for my good results. This thought moved me many times… I want to become a missionary, too… I totally consecrate myself to the Divine Master; I leave behind house, relatives, close relationships, and for Him I will endure with love all the pains and sacrifices that missionary life entails…”

Bishop Conforti ordained Fr. De Martino on Oct. 5 1924, and a month later, at the age of 24, he leaves for China. He learned the Chinese language quite well, and was assigned to teach at the Seminary of Cheng-chow for six years. He also offered his services in pastoral ministry in the area, and wrote many interesting articles on China for Xaverian publications. He moved to Luo-ho, but was recalled back to Italy in 1935.

Fr. De Martino was named General Secretary and Rector of the Mother House. After a few years, he moved to the Xaverian House at Massa della Lucania, as rector.

Finally, in December 1956, he was able to return to China, but arrived there during the Maoist Revolution, and spent six months in prison, which he described in the autobiography Sei mesi nelle carceri di Mao”

Expelled from China in May 1951, he spent three years at Parma’s Mother House as General Councilor. Then he was assigned to Indonesia at the age of 53, where he was named Apostolic Prefect of Sumatra. He loved the surrounding seas, the beautiful nature scenes and the tropical forests. After nine years of this service, he returned to Italy for health reasons.

Once his health was better, he was sent to Brazil, but soon after he suffered a paresis which obliged him to return definitely to Italy, and accepted the care and love of the confreres at Tavernerio till the day of his death. May he rest in Peace.

Indonesian

Mgr. Pasquale De Martino

Como, 7 marzo 1900
Tavernerio (Como) , 7 agosto 1968

Mgr. Pasquale de Martino, SX adalah seorang misionaris yang namanya tercatat di dalam sejarah Gereja di Padang. Ia telah membuka jalan bagi lahirnya Keuskupan Padang. Setelah para Pastor Kapusin meninggalkan Padang untuk melayani Keuskupan Medan, Mgr. de Martino diangkat menjadi Perfek Apostolik dengan dekrit Paus Pius XII bertanggal 27 Juni 1952. Dialah yang memimpin Prefektur Apostolik Padang sampai pada tahun 1961, yaitu pada waktu Prefektur Apostolik tersebut menjadi Keuskupan Padang. Ia terpaksa mengundurkan diri dan kembali ke Italia karena kesehatannya. Mgr. Raimondo Bergamin menggantikannya sebagai Uskup Padang pertama.

Pasquale de Martino lahir pada tanggal 7 Maret 1900 di kota Como, Italia Utara. Sejak muda ia tertarik menjadi pastor, tetapi karena situasi perang, ia terpaksa menjadi tentara. Ketika menjadi tentara, ia pernah bertugas di kota Parma, dan di sana ia berkenalan denga para misionaris. Selesai menjalani dinas militernya, pada tanggal 4 Maret 1919 ia masuk Seminari Xaverian. Selama menempuh masa pendidikan, ia sangat menonjol karena sikapnya yang keras dan disiplin, tetapi sekligus penuh semangat misionaris. Ia ditahbiskan menjadi imam pada tanggal 5 Oktober 1924 dan tanggal 16 November ia langsung berangkat ke Tiongkok.

Setelah belajar bahasa Mandarin, ia menjadi pembina di Seminari Cheng-Chow (1926—1932) selama enam tahun. Selama tahun-tahun itu, Cina dilanda perang dan kejahatan sehingga banyak misionaris mengalami kesulitan. P. de Martino adalah orang yang sangat memperhatikan para misionaris, khususnya para misionaris yang berada dalam kesulitan. Mereka terus menerus dikunjungi dan dihibur oleh P. de Martino. Ia sekaligus menjadi gembala umat secara tidak langsung, melalui semangat yang ia berikan kepada para misionaris yang merasul di kampung-kampung. Selain itu, ia juga sering menulis macam-macam hal yang berkaitan dengan cerita rakyat atau kebudayaan Tiongkok. Pada bulan Desember 1932, ia telah dibebaskan dari tugasnya di seminari dan kemudian menjadi pastor di distrik Luo-Huo.

Pada akhir tahun 1935, Pastor Pasquale de Martino memulai babak baru kehidupannya, yaitu terpilih sebagai Sekretaris Jendral Kongregasi Xaverian, ditambah pula dengan tugasnya sebagai rektor rumah induk di Parma dan pembina para frater yang sedang menjalani studi filsafat serta teologi. Tetapi pekerjaan itu dirasakannya sangat berat sehingga pada tahun 1939 ia mengundurkan diri dan mengajukan permohonan untuk kembali ke Tiongkok. Baru pada bulan Agustus, Superior Jendral P. Dagnino menerima permohonannya itu tetapi ia mengangkatnya sebagai Rektor Seminari di Massa, Italia Selatan. P. de Martino menerima tugas itu dengan berat hati. Namun melalui suratnya, ia menegaskan kesediaannya untuk kembali ke Tiongkok kapan saja Superior Jendral menghendaki.

Situasi di Italia Selatan pada waktu itu cukup memprihatinkan akibat perang dunia kedua. Semangat kerasulan dan dedikasinya bukan saja untuk membina para calon Xaverian, tetapi juga untuk membantu seluruh umat agar iman tetap berkobar dalam diri mereka. Hal itu tampak dari surat-surat yang sering ia tulis kepada Superior Jendral Kongregasi.

Pada bulan Desember 1946, setelah menolak dengan keras pemilihannya sebagai anggota dewan pimpinan tertinggi kongregasi, ia berangkat lagi ke Tiongkok. Ia langsung diangkat menjadi Superior Regional dan menetap di Biara Xaverian di Cheng-Chow. Selama ia menjadi Superior, para misionaris Xaverian telah mengalami sikap kebapaannya, yang pada masa itu sangat dibutuhkan karena masa gelap pemerintahan Komunis telah dimulai. Para misionaris satu demi satu dimasukkan ke penjara dan diusir sebagai penjahat dari Tiongkok. Giliran P. de Martino pun tiba. Ia mengalami enam bulan masa penjara yang sangat sulit dan penuh dengan penderitaan. Pengalaman itu ia tuangkan dalam tulisannya yang berjudul Enam Bulan dalam Penjara Mao. Pada bulan Mei 1951, Pastor Pasquale de Martino diusir dari Tiongkok dan ia tiba di Hongkong untuk kembali ke Italia di mana ia terpilih lagi sebagai rektor rumah induk di Parma.

Pada tanggal 27 Juni 1952, ia diangkat menjadi Perfek Apostolik Padang, tetapi baru pada bulan April 1953 ia bisa berangkat ke Indonesia. Karyanya sebagai gembala Prefektur Apostolik Padang berlangsung selama delapan tahun. Tanggun jawabnya selama delapan tahun itu tidaklah ringan karena Gereja Padang berkembang dengan sangat pesar. Pada waktu itu, daerah Prefektur Apostolik Padang wilayahnya sangat luas sementara para misionarisnya sangat sedikit, dan di antaranya ada yang sudah tua atau meninggal. Pada waktu itu sangat sulit memang untuk mencari tenaga baru. Tetapi semangat Mgr. Pasquale tetap tinggi dan semangat itulah yang ditekankannya kepada para misionaris. Ia tidak ragu-ragu untuk membuka lahan misi yang baru di daerah kepulauan Mentawai. Ia selalu melihat kegiatan misi sebagai sesuatu yang luhur yang datang dari Tuhan, dan dari Tuhanlah juga datang kekuatan untuk menjalankan misi tersebut. Pada tahun 1961, ia kembali ke Italia dan digantikan oleh Mgr. Raimondo Bergamin, SX sebagai Uskup Padang.

Sementara Mgr. Pasquale beristirahat beberapa bulan, ia berangkat ke Brasil dan berkarya di sana sampai tahun 1966. Pada waktu itu, kesehatannya mulai memburuk bahkan pada akhirnya lumpuh sama sekali. Kemudian, ia kembali ke Italia untuk menjalani perawatan di Seminari Xaverian Tavernerio, dekat kota Como, kota kelahirannya. Selama menjalani masa perawatan ia tetap menggunakan segala kesempatan untuk merasul dan memberi semangat kepada para calon imam Xaverian yang masih belajar di SMA dan filsafat.

Ia ditemukan meninggal di kamarnya pada tanggal 7 Agustus 1968 karena mendapat serangan jantung. Padahal beberapa jam sebelumnya ia masih sempat berbincang-bincang bersama Pastor Patacconi tentang karya di Indonesia yang sangat ia cintai.


Pasquale De MartinoPasquale De MartinoPasquale De Martino

DG
7 Août 1968
2754 Vues
Disponible en
Mots clés

Liens et
Téléchargements

Zone réservée à la famille Xaverienne.
Accédez ici avec votre nom d'utilisateur et votre mot de passe pour afficher et télécharger les documents réservés.